Pidie – Dalam mendukung program Ketahanan Pangan dan Swasembada Pangan nasional, khususnya di wilayah Kecamatan Sakti, masyarakat setempat terus berupaya memanfaatkan lahan pekarangan maupun lahan tidur yang tidak terpakai.
Salah satu contohnya adalah upaya yang dilakukan oleh salah satu warga binaan Koramil 12/Sakti, an. Iskandar (49 tahun), yang berprofesi sebagai petani di Desa Balu Kulue, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie.
Iskandar telah mengubah lahan tidurnya menjadi kebun seledri yang produktif dan mendapat pendampingan dari Babinsa Koramil 12/Sakti Kodim 0102/Pidie, Koptu Muh Geumuroh, pada Jumat (4/4/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Babinsa Koramil 12/Sakti mengungkapkan pentingnya pendampingan terhadap petani, khususnya dalam usaha meningkatkan ketahanan pangan di tingkat lokal.
“Pendampingan terhadap petani seledri ini merupakan salah satu contoh nyata kerja keras masyarakat dalam mendukung program Ketahanan Pangan nasional. Dengan memanfaatkan lahan kosong yang ada, petani seperti Iskandar tidak hanya meningkatkan produksi pangan lokal tetapi juga memberikan contoh bagi warga lainnya untuk memanfaatkan lahan tidur mereka menjadi kebun produktif,” ujar Koptu Muh Geumuroh.
Selain itu, Babinsa juga mengingatkan pentingnya keberagaman tanaman produktif untuk memastikan ketersediaan pangan yang berkelanjutan, seperti palawija (jagung, kedelai, dan lain-lain), cabai, selada, kangkung, dan sayuran lainnya.
Dengan mendiversifikasi tanaman, masyarakat dapat memperoleh penghasilan tambahan dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah.
Babinsa Koramil 12/Sakti Kodim 0102/Pidie terus mendorong masyarakat untuk memaksimalkan potensi yang ada di sekitar mereka.
Program ketahanan pangan, lanjut Koptu Muh Geumuroh, bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan cara menggali potensi lokal yang ada, tanpa harus bergantung pada pasokan pangan dari negara lain.
Masyarakat setempat menyambut baik upaya yang dilakukan oleh Babinsa ini. Mereka berharap agar kegiatan serupa dapat terus berlanjut, tidak hanya di sektor pertanian tetapi juga dalam bidang-bidang lainnya yang mendukung kesejahteraan bersama.
Dengan adanya pendampingan yang berkesinambungan, diharapkan petani dapat lebih produktif dan berhasil dalam meningkatkan hasil pertanian mereka, serta berkontribusi lebih besar dalam mencapai ketahanan pangan nasional.[]