Banda Aceh - Jum'at (4 April 2025) PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Regional Aceh tetap berkomitmen memberikan layanan terbaik kepada nasabah meski di tengah masa operasional terbatas selama libur Idulfitri 1446 H, yang berlangsung sejak 28 Maret hingga 7 April 2025.
Regional CEO BSI Aceh, Wachjono, mengungkapkan bahwa pembukaan layanan selama masa libur merupakan bentuk komitmen BSI dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat Aceh.
Hingga H+3 Lebaran, total setoran tunai yang berhasil dihimpun BSI Aceh telah mencapai lebih dari Rp500 miliar.
“Layanan ini kami buka agar nasabah tetap dapat mengakses kebutuhan perbankan mereka, termasuk transaksi teller dan customer service seperti setoran DO Pertamina, setoran tunai, pembukaan rekening, dan lainnya,” ujar Wachjono.
BSI Aceh mengoperasikan sejumlah kantor cabang secara terbatas pada 4–7 April 2025.
Selain itu, beberapa outlet juga telah beroperasi sejak awal hingga akhir libur untuk melayani kebutuhan perbankan masyarakat Aceh selama masa liburan.
Untuk mendukung inklusi keuangan, BSI Aceh juga mengandalkan lebih dari 17.800 Agen BSI yang tersebar hingga ke pelosok Aceh.
Agen-agen ini melayani berbagai transaksi seperti setor dan tarik tunai, pembayaran listrik dan air, serta pembelian pulsa.
Lebih dari 910 unit ATM BSI yang tersebar di seluruh wilayah Aceh turut menjadi bagian dari kemudahan akses layanan bagi masyarakat.
Tidak hanya itu, nasabah juga dapat melakukan transaksi di berbagai outlet ritel seperti Indomaret, Alfamart, dan Alfamidi.
Guna melengkapi layanan digital, BSI menghadirkan berbagai e-channel seperti aplikasi mobile banking BYOND by BSI, BSI Net, dan layanan BSI Call 14040 yang dapat diakses 24 jam secara real-time.
Di tengah kemudahan akses layanan ini, Wachjono juga mengingatkan nasabah untuk selalu waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan pihak bank. Ia menekankan pentingnya berhati-hati terhadap informasi palsu yang tersebar melalui WhatsApp, aplikasi tidak resmi (APK), atau situs pengelolaan keuangan palsu.
“Nasabah kami imbau untuk rutin mengecek saldo, serta mengganti PIN secara berkala demi menjaga keamanan transaksi perbankan,” pungkas Wachjono.[]