Aceh Utara – Keluarga Besar Ikatan Warga Kecamatan Tanah Luas dan Nibong (IWATAN) menggelar kegiatan halalbihalal yang dipadukan dengan acara Ngopi Bersama di Geureudong Kupi, Simpang Rangkaya, Kecamatan Tanah Luas, Rabu malam (2/4/2025).
Acara ini dihadiri oleh pengurus, anggota, serta para pemerhati kecamatan sebagai bentuk silaturahmi dan ajang saling memaafkan di bulan Syawal.
Selain itu, momen ini juga dimanfaatkan untuk berdiskusi dan bertukar pandangan demi kemajuan wilayah Kecamatan Tanah Luas dan Nibong.
Salah satu tokoh masyarakat yang hadir, Tgk. Abubakar A. Latif atau akrab disapa Abu Len, menyampaikan keprihatinannya terkait minimnya kesempatan kerja bagi putra daerah.
“Jangan sampai tenaga kerja lokal yang sudah siap malah tidak diberi ruang di kampungnya sendiri. Seperti pepatah Aceh, ‘Buya krueng teudong-dong, buya tamoeng meuraseuki’,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Ibrahim Qamarius menambahkan bahwa Tanah Luas dan Nibong merupakan wilayah yang pernah berjaya di masa lalu, saat beroperasinya perusahaan-perusahaan besar seperti Mobil Oil Indonesia, ExxonMobil, dan kini Pema Global Energi (PGE).
“Kedepannya, perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah ini harus memberikan kontribusi nyata melalui dana CSR. Dana tersebut harus diprioritaskan untuk kecamatan penghasil seperti Tanah Luas, Nibong, Syamtalira Aron, dan Matang Kuli. Selain itu, tenaga kerja lokal dari wilayah ring 1 harus menjadi prioritas dalam rekrutmen,” tegasnya.
Dr. Ibrahim yang juga Dosen Universitas Malikussaleh (Unimal) menyoroti pentingnya kebijakan pemerintah daerah dalam pengelolaan Dana Participating Interest (PI) dari sektor migas.
“Dana PI ini harus benar-benar bermanfaat bagi kecamatan penghasil, bukan hanya kabupatennya saja,” tandasnya.
Acara ini turut dihadiri oleh Ketua IWATAN Musafaruddin, ST., MT., Wakil Sekretaris Tarmizi, S.Pd., serta sejumlah tokoh lainnya seperti Jurnalis, Amd., Ketua Yayasan Aiyub, Dr. Tgk. Muslem Hamdani, Dr. Usman, Nazarudin, S.H., dan berbagai tokoh masyarakat lainnya.
Suasana akrab dan penuh kekeluargaan menghiasi acara, yang diharapkan menjadi langkah awal memperkuat sinergi antarwarga dan tokoh masyarakat dalam memperjuangkan kemajuan daerah.[]